Rabu, 29 April 2015

LOGOTERAPI

Logoterapi di buat oleh viktor emil frankl. Ia menekankan pentingnya kemauan akan arti, ia berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan kemudian setelah menemukan manusia harus dapat mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup.
Logoterapi memiliki wawasan mengenai manusia yang berlandaskan tiga pondasi utama filosofis yang satu dengan lainya erat hubunganya dan saling menunjang yaitu:
1.        Kebebasan berkehendak ( Freedom of Will )
          Dalam pandangan Logoterapi manusia adalah mahluk yang istimewa karena mempunyai kebebasan. Kebebasan disini bukanlah kebebasan yang harus ada, tetapi kebebasan yang bertanggungjawab. Kebebasan manusia bukanlah kebebasan dari (freedom from) kondisi-kondisi biologis, psikologis dan sosiokultural tetapi lebih kepada kebebasan untuk mengambil sikap atas kondisi-kondisi tersebut.
2.        Kehendak Hidup Bermakna ( The Will to Meaning )
Menurut Frankl, motivasi hidup manusia yang paling utama adalah mencari makna. Makna yang dimaksud berbeda dengan psikoanalisa yang memandang manusia adalah pencari kesenangan atau juga pandangan psikologi individual bahwa manusia adalah pencari kekuasaan. Menurut logoterapi kesenagan adalah efek dari pemenuhan makna, sedangkan kekuasaan merupakan prasyarat bagi pemenuhan makna. Mengenal makna itu sendiri menurut Frankl bersifat menarik dan menawari bukannya mendorong. Karena sifatnya menarik maka individu termotivasi untuk memenuhinya agar ia dapat menjadi individu yang bermakna dengan  berbagai kegiatan yang lengkap dengan makna.
3.        Makna Hidup ( The Meaning Of  Life )
Makna hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting, dan di inginkan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Untuk tujuan praktis makna hidup dianggap identik dengan tujuan hidup. Makna hidup bisa  berbeda  antara satu individu dengan individu lain dan berbeda setiap hari, bahkan setiap jam maupun detik. Karena itu yang terpenting bukan makna hidup secara umum, tetapi makna khusus dari hidup seseorang pada suatu saat tertentu.
TUJUAN LOGOTERAPI
Di dalam masalah yang dihadapi klien dapat menemukan makna dari penderitaan dan kehidupan serta cinta. Dengan penemuan itu klien akan dapat membantu dirinya sehingga bebas dari masalah tersebut dan dapat hidup dengan keinginannya sendiri.
PERAN TERAPIS
1.        Menjaga hubungan yang akrab dan pemisahan ilmiah antara klien dan terapis
2.        Mengendalikan filsafat pribadi
3.        Terapis bukan guru atau pengkhotbah
4.        Memberi makna lagi pada kehidupan klien
5.        Memberi makna lagi pada penderitaan yang dihadapi klien
6.        Menekankan makna kerja
7.        Menekankan makna cinta
TEKNIK LOGOTERAPI
1.        intensi paradoksal
yaitu mampu menyelesaikan lingkaran neurotis yang disebabkan kecemasan anti sipatori dan hiper-intensi. Intensi paradoksal adalah keinginan terhadap sesuatu yang ditakuti. Contohnya ketakutan pada kecoa dan akan diterapi untuk menghilangkannya.
2.        de-refleksi.
Persoalan kejiwaan berawal dari perhatian yang terlalu terfokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan-persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Contohnya ketakutan akan menghadapi sidang skripsi, jika selalu dipikirkan sidang tersebut tidak akan berjalan lancar maka cara yang tepat mengalihkannya adalah dengan cara refreshing atau bermain dengan teman untuk melepaskan beban pikiran yang ada.


Sumber
Gerald Corey. (2007). Teori dan Praktek Konseling. Bandung: PT Refika Aditama.
Bastaman, H.D. 2007. Logoterapi “Psikologi untuk Menemukan Makna Hidup danMeraih           Hidup Bermakna”. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar